Showing posts with label Kisah Pernikahan. Show all posts
Showing posts with label Kisah Pernikahan. Show all posts

Monday, 15 February 2016

Kisah Pernikahan Nabi Muhammad SAW Dengan Khodijah

Kisah Pernikahan Nabi Muhammad SAW Dengan Khodijah,- Khodijah adalah seorang janda kaya, cantik serta memiliki kedudukan yang tinggi di masyarakat, sehingga banyak orang qurois yang ingin menikahinya. Akan tetapi ia menolak mereka sebab hatinya telah terpikat pada Nabi Muhammad SAW.

Kisah Pernikahan Nabi Muhammad SAW Dengan Khodijah

Khodijah adalah istri nabi yang paling dekat nasabnya dengan beliau. Saat menikahi khodijah, nama Muhammad SAW berusia 25 tahun sedangkan Khodijah berusia 40 tahun; selisih 15 tahun.
Ketika Nabi Muhammad SAW mendapatkan risalah tauhid, Khodijahlah orang yang pertama kali mengimaninya. Dan sejak itu, Khodijah mengorbankan harta dan jiwanya untuk membela risalah kenabian. Bukan hanya itu, Khodijah adalah wanita yang selalu menenangkan Nabi Muhammad SAW dikala dirundung duka dan gelisah; penenang dikala bimbang; dan membakar semangat dikala lesu dan kecewa.
Kata-kata indahnya tercatat dalam sejarah Nabi Muhammad. Tatkala Nabi Muhammad SAW berkata kepadanya: “aku menghawatirkan diriku,” Khodijah menanggapinya dengan kata-kata indah yang menyejukan dan menenangkan hati.
“tidak demikian, bergembiralah, demi Alloh sesungguhnya Alloh tidak akan pernah menghinakanmu. Demi Alloh, sungguh engkau telah menyambung tali silaturrohmi, jujur dalam berkata, membantu orang yang tidak bisa, engkau menolong orang miskin, memuliakan tamu, dan menolong orang-orang yang tak berdaya ditimpa musibah.”
Demikianlah khodijah menghibur Nabi Muhammad yang kala itu sedang hawatir akan sesuatu yang buruk menimpa dirinya. Khodijah memotifasi, memuji dan memberi kabar gembira.
Maka jangan heran jika Nabi Muhammad SAW sangat mencintainya, selalu menyebut namanya, kemuliaannya, dan jasa-jasanya, meskipun ia telah tiada. Istri nabi yang lain; Sayyidah Aisyah sampai cemburu dan mengungkapkan kecemburannya itu dengan berkata:
“aku tidak pernah cemburu pada seorangpun dari istri-istri Nabi seperti kecemburuanku pada khodijah. Aku tidak pernah melihat, akan tetapi Nabi Muhammad SAW selalu menyebut namanya. Terkadang Nabi Muhammad menyembelih kambing dan mengirimkan dagingnya kepada sahabat-sahabatnya khodijah.”
Khodijah wafat tiga tahun sebelum Nabi Muhammad hijrah ke madinah. Nabi Muhammad SAW sangat merasakan kesedihan hingga tahun kematian khodijah disebut dengan ‘amu hazn (tahun kesedihan.”

Kisah Pernikahan Nabi Muhammad SAW Dengan Khodijah.

Saturday, 9 January 2016

Kisah Nyata Mengharukan ‘Aku Telat Nikah’

Kisah Nyata Mengharukan ‘Aku Telat Nikah’

Kisah Nyata Mengharukan ‘Aku Telat Nikah’ saya baca di fans facebook ‘Cirebon Tanpa Pacaran’. Karena kisah telat nikah ini sangat mengharukan, saya tertarik untuk menyalinnya kembali dan sedikit memperbaiki kalimat yang kurang pas namun tidak merubah tujuan dari kalimat tersebut. Dan berikut kisah nyata yang mengharukan itu:

Aku sudah lulus dari kuliah dan telah mendapatkan pekerjaan yang bagus. Lamaran untuk menikahiku pun banyak berdatangan. Tetapi aku tidak mendapatkan seorang pun yang bisa membuatku tertarik. Kesibukan kerja dan karir memalingkan ku dari segala hal termasuk nikah. Hingga tak terasa usiaku telah mencapai 34 tahun. Saat itulah aku baru menyadari bagaimana susahnya ‘Telat Nikah’.

Pada suatu hari, datang seorang pemuda meminangku. Usianya dua tahun lebih tua dari aku. Dia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Tapi aku ihlas menerimanya.

Aku dan dia mulai menghitung rencana pernikahan. Dia meminta poto copy KTP ku untuk pengurusan surat nikah. Aku segera menyerahkannya. Dua hari kemudian, Ibunya menghubungiku melalui telepon. Beliau memintaku untuk bertemu secepat mungkin.

Saat aku menemui beliau, tiba-tiba beliau mengeluarkan poto copy KTP ku. Dia bertanya, apakah taggal lahirku yang ada di KTP itu benar?

Aku menjawab benar. Lalu ia berkata, “jadi umurmu sudah mendekati usia 40 tahun?” Aku menjawab, “Usia ku sekarang tepatnya 43 tahun.”

“sama saja” sahut ibunya. “Usiamu sudah lewat 30 tahun. Itu artinya kesempatanmu untuk memiliki anak sudah semakin tipis. Sementara aku ingin sekali meimang cucu,” Lanjutnya.  Dia tidak mau diam sampai ia mengahiri proses pinangan antara aku dan anaknya.

Kisah Nyata Mengharukan ‘Aku Telat Nikah’

Masa-masa sulit itu berlalu sampa enam bulan. Ahirnya aku memutuskan untuk pergi melaksanakan ibadah umroh bersama ayahku. Tujuannya agar aku bisa menyiram kesedihan dan kekecewaanku.

Akupun pergi ke Makkah. Aku duduk menangis, berlutut di depan ka’bah. Aku memohon kepada Alloh supaya diberi jalan terbaik.

Saat itu aku melihat seorang perempuan membaca AL-Quran dengan suara yang sangat merdu. Aku mendengar, ia mengulang-ulang ayat An-Nisa : 113

وَكَانَ فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ عَظِيمًا

Artinya: :Dan karunia Alloh yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar.”

Aku menangis mendengar lantunan ayat itu. Tiba-tiba perempuan itu merangkulku ke pangkuannya dan mulai mengulang-ulang firman Alloh dalam surat Ah-dhuha : 5
وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَى
Artinya: “Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepdamu sehingga kamu menjadi puas.”

Demi Alloh, seolah-olah aku baru kali ini mendengar ayat itu seumur hidupku. Pengaruhnya luar biasa. Jiwaku menjadi tenang.

Kisah Nyata Mengharukan ‘Aku Telat Nikah’

Setelah seluruh ritual umroh selesai, aku kemabali ke Cairo. Di pesawat aku duduk disebelah kiri ayahku, sementara di sebelah kanan beliay duduk seorang pemuda. Setelah pesawat mendarat, akupun turun. Di ruang tunggu aku bertemu suami dalah satu temanku.
Aku bertanya kepadanya, dalam rangka apa ia datang ke bandara? Dia menjawab bahwa ia sedang menunggu kedatangan temannya yang kembali dengan pesawat yang sama dengan yang aku tumpangi.

Beberapa saat kemudian, teman yang ia tunggupun datang. Dan ternyata dia adalah pemuda yang duduk di kursi sebelah kanan ayah ku tadi di pesawat. Selanjutnya aku dan ayahku berlalu.

Kisah Nyata Mengharukan ‘Aku Telat Nikah’

Baru saja aku sampai di rumah dan ganti pakaian, saat lagi asik-asik istirahat, temanku yang suaminya tadi bertemu dengan ku di bandara menelpon. Ia mengatakan bahwa teman suaminya yang satu pesawat dengan ku sangat tertarik kepadaku. Dia ingin bertemu dengan ku di rumah temanku tersebut malam itu juga. Alasannya kebaikan itu perlu disegerakan. Jantungku berdenyut sangat kecang akibat kejutan yang tidak pernah aku bayangkan ini.

Lalu aku meminta pertimbangan ayahku. Dan beliau pun menyemangatiku untuk mendatanginya. Boleh jadi seperti itu Alloh memberi jalan keluar padaku. Ahirnya akupun datang berkunjung ke rumah temanku.

Kisah Nyata Mengharukan ‘Aku Telat Nikah’

Hanya beberapa hari setelah itu pemuda yang tertarik padaku sudah datang melamarku. Dan hanya dalam waktu satu setengah bulan terhitung dari pertemuan pertama, aku resmi menjadi istrinya.

Kehidupan keluargaku dimulai dengan keoptimisan dan kebahagiaan. Aku mendapatkan seorang suami yang betul-betul sesuai dengan harapan ku. Dia seorang yang bail, penih cinta, lembut, dermawan, punya ahlak, ditambah lagi keluarganya sangat baik dan terhormat.

Namun sudah beberapa bulan berlalu, belum ada tanda-tanda kehamilan pada diriku. Perasaan ku mulai diliputi kecemasan. Apalagi usiaku waktu itu sudah terbilang tua.

Aku minta kepada suamiku agar membawaku memeriksa kepada dokter ahli kandungan. Aku hawatir, kalau-kalau aku tidak bisa hamil.

Kami pergi untuk periksa ke seotang dokter yang sudah sangay terkenal dan berpengalaman. Dia memintaku untuk cek darah. Ketika kami menerima hasil cek darah, ia berkata bahwa tidak ada perlunya aku melanjutkan pemeriksaan berikutnya, karena hasilnya sudah jelas. “Selamat anda hamil” Ucap dokter.

Hari-hari kehamilanku berlalu dan sepanjang kehamilanku, aku tidak punya  keinginan mengetahuo jenis kelamin anak yang aku kandung. Karena apapun yang dikaruniakan Alloh kepadaku semua itu adalah nikmat yang harus aku sukuri.

Setiap kali aku mengadukan bahwa rasanya kandunganku ini terlalu besar, dokter itu menjawab itu karena aku hamil di usia sudah mencapai 36 tahun.

Selanjutnya datanglah hari-hari yang ditunggu. Hari kelahiran. Proses persalinan secara caesar berjalan dengan lancarh aku sadar, dokter masuk ke kamarku dengan senyuman mengambang di wajahnya sambil bertanya tentang jenis kelamin anak yang aku harapkan. Aku menjawab bahwa aku hanya mendambakan karunia Alloh. Tidak penting bagiku jenis kelamin. Laki-laki atau perempuan akan aku sambut dengan beribu sukur.

“Jadi bagaimana pendapatmu jika kamu memperoleh Hasan, Husain dan Fatimah sekaligus?” Tanya dolter itu. aku kaget. Aku tidak paham dengan pertanyaan itu. Dengan penuh penasaran aku bertanya maksud ucapan dokter itu.

Dokter itu menjawab bahwa Alloh telah mengaruniaiku tiga orang anak sekaligus. Dua orang laki-laki dan satu orang perempuan.

Aku menangis mendengar penjelasan dokter. Tak terasa bibirku mengucapkan ayat Alloh dalam surat Ad-duha: 5
وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَى
Artinya: “Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepdamu sehingga kamu menjadi puas.”

Tuesday, 5 January 2016

Foto Malam Pertama

Artikel Foto Malam Pertama berisikan dua sub judul yaitu Gambar Malam Pertama dan Cerita Malam Pertama Pernikahan.  Artikel Foto Malam Pertama adalah sebuah judul yang terdiri dari tiga suku kata yaitu Foto, malam dan pertama. Foto dalam KBBI di artikan sebagai gambar, bayangan, dan pantulan. Malam diartikan sebagai waktu setelah matahari tenggelam hingga matahari terbit. Sedangkan pertama diartiken sebagai kesatu, mula-mula, terutama dan terpenting.

Cerita Malam Pertama Pernikahan


Cerita Pertama; Sama-Sama Perawan

Di sebuah desa di adakan pernikahan dimana kedua mempelai sama-sama masih perawan. Saat malam pertama, keduanya sama-sama gugup namun tidak ada yang mau mengaku atau bertanya kepada pasangannya tentang apa yang harus dilakukan. Karena bingung maka pengantin lelaki berinisiatif untuk bertanya kepada bapaknya.

“Papa apa yang harus saya lakukan,”

“Telanjanglah dan naik ke tempat tidur,” Jawab bapaknya sungkat.

Pengantin lelakipun melaksanakan perintah bapaknya itu. Si pengantin cewek kaget setengah mati melihat kelakuan suaminya. Kemudian keluar kamar dan menceritakan kejadian itu kepada Ibunya.

 “Telanjanglah dan ikuti suaminya,” saran sang ibu.

Lalu si cewek masuk kamar dan menjalankan saran ibunya. Setelah berbaring beberapa lama, si cowok ke luar kamar dan beratanya lagi kepada ayahnya.

“apalagi yang harus saya lakukan.”

“lihat tubuh telanjang istrimu. Kemudian masukan bagian tubuhmu yang paling keras ke dalam tempat istrimu kencing,”

Beberapa saat kemudian giliran si cewek yang bertanya kepada Ibunya.
“apa yang harus saya lakukan?”

“apa yang sedang dilakukan suamimu” sang ibu balik bertanya. Dengan sedikit mengeluh si cewek menjawab’ “Ia sedang membenamkan kepalanya ke dalam toilet.

Cerita Ke-dua; Malam Pertama 3 Dadis

Ada tiga anak perempuan dari keluarga betawi yang nikahkan secara bersamaan. Setelah acara perhelatan selesai, tibalah saat malam pertama. Ketiga pengantinpun masuk kamar pengantin masing-masing.

Orang tua 3 perempuan itu bermaksud untuk mengetahui keharmonisan ketiga anaknya itu. Maka iapun melakukan pengecekan pada tengah malam. Di depan kamar anak tertuanya terdengar suara lembut mendayu-dayu.

“Wah, ternyata anak pertama kita bertipe romantis,” Kata bapak kepada ibunya menarik kesimpulan.

Di depan kamar anak kedua terdengar kegaduan. “Anak kedua kita ternyata bertipe agresif ya bu,” Sang bapak kembali memberi kesimpulan.

Setelah sampai didepan pintu anak yang ketiga, tidak ada suara yang terdengar. Maka orang tua ketiga gadis itupun memilih untuk menunggu. Namun setelah menunggu selama setengah jam, kamar terahir itu tetap sunyi.

“Kok tidak kedengar ya bu. Gimana kalau kita intip saja,” ajak sang ayah. Sang ibu pun mengiyakan ajakan itu. Pada saat yang bersamaan, ketika keduanya mengintip, dari dalam terdengar suara tersedak anak perempuannya: “Aaaah, fafaf fagi fenak-fenak fok fintif.”

Cerita ketiga: Malam Pertama Perkawinan Anton

Hari ini adalah hari pernikahan Anton dengan Indah. Dua sejoli ini sama-sama tidak tahu apa yang harus dilakukan pada malam pertama. Jadi pada malam pertama mereka, tidak diisi dengan adegan-adegan yahut. Mereka hanya tidur bareng saja. Esoknya ayah anton bertanya, “Gimana, ton? Asikan malam pertama?”

“Biasa saja pak. Kita kan hanya tiduran bersama,” Jawab anton polos.
“jadi kalian tidak gitu-gitu,” sahut bapak anton heran.
“gitu-gitu gimana tho pak?”

Dengan bijak, bapak anton menjelaskan, “ gini lho tole, kalau malam pertama dalam rumah tangga, kamu diwajibkan untuk berhubungan intim dengan istri. Caranya, adek kamu dimasukin ke itunya istrimu.” Mendapat penjelasan itu, anton langsung mempraktekan pada malam harinya.

Esok harinya ayah anton kembali bertanya, “gimana asikkan?”.
Anton menjawab “Asik gimana, kan Cuma dimasukin doang,” jawab anton polos.
Ayah antoh heran, “Cuma di masukin. Nggak dikeluarin.”
“Lho gimana tho pak, katanya di masukin, kok di suruh keluarin.”

Dengan bijak, sang ayah memberi solusi, “Gini aja le, nanti malam bapak ada diluar deket kamar kamu. Bapak akan bawa kentongan. Nanti kalo kamu dengar suara tung, itu tandanya dimasukin. Kalau denger suara tung lagi, berarti di tarik. “ok deh pak,” Kata anton.

Malamnya ayah anton sudah bersiap di luar rumah dekat kamar anton dengan membawa kentongan. Antonpun sudah bersiap diri. Pada saat yang tepat, ayah anton membunyikan ketungan sekali; tung. Mendapat tanda itu, anton memulai tugasnya untuk ‘masuk’.

Beberapa detik kemudian, terdengar lagi suara tung. Dan anton langsung di tarik. Beberapa detik kemudian terdengar lagi suara tung. Dan anton langsung masuk. Begitu terus hingga kentongan menjadi lebih cepat dengan tempo sedang, tung... tung... tung... tung... tung....

Anton mengikuti irama dan ahirnya anton dan istrinya mendapatkan makna yang sesungguhnya tentang malam pertama. Tanpa diduga datang segerombol petugas ronda yang sama-sama membunyikan kentongan dengan tempo yang cepat. Suara kentongan itu bersatu dengan suara kentongan ayah anton. Tempo inipun diikuti oleh anton; tung... tung...tung...tung...tung...tung...tung....tung.... “Baaapaaaaaak....” Jerit anton.


Demikianlah Artikel Foto Malam Pertama berisikan dua sub judul yaitu Gambar Malam Pertama dan Cerita Malam Pertama Pernikahan. 

Friday, 1 January 2016

Kawin Kontrak Atau Nikah Mut’ah

Artikel Kawin Kontrak Atau Nikah Mut’ah memuat enam sub judul yaitu Pengertian Kawin Kontrak Atau Nikah Mut’ah; Tempat Kawin Kontrak Atau Nikah Mut’ah; Cerita Kawin Kontrak Atau Nikah Mut’ah; Film Kawin Kontrak Atau Nikah Mut’ah; Video Full Kawin Kontrak 3, Hukum Nikah Mut’ah Menurut Islam.

Pengertian Kawin Kontrak Atau Nikah Mut’ah


Kawin Kontrak Atau Nikah Mut’ah adalah kawin yang dibuat atas dasar kontrak atau perjanjian dalam jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan kedua belah pihak. Boleh satu tahun, satu bulan, satu minggu, satu hari, satu jam dan satu kali main.

Tempat Kawin Kontrak Atau Nikah Mut’ah


Meredeka dot com mengabarkan tentang tempat kawin kontrak atau nikah mut’ah marak terjadi di kawasan Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Setidaknya ada 20 RT di sejumlah desa di Cisarua yang memiliki klien WNA kawin kontrak. Kebanyak mereka berasal dari Afghanistan dan Pakistan. Tarif yang ditawarkan mereka bisa sampai puluhan juta perbulannya untuk kawin kontrak. Parahnya, wanita yang mau di nikah mut’ah itu telah bersuami.

“Di sini laki-laki arab kalau mau nikahi wanita itu harus izin suami duu. Kalau suami setuju nanti tanda tangan kontrak pakai matrei. Kalau nggak setuju ya enggak bisa,” kata rudi, warga setempat di desa Batu Layang, Cianjur, Jawa Barat.

Namun Rudi menyanggah jika nikah mutah ini dilakukan oleh warga Cisarua. Dia mengatakan kebanyakan tetangganya hanya menampung para tenaga kawin kontrak.

“Kebanyakan dari cirebon dan cianjur. Mereka ditampung di vila-vila di sini.” Kata rudi.

Cerita Kawin Kontrak Atau Nikah Mut’ah


Cerita nikah mut’ah ini dikisahkan oleh Sayyid Husain Al-Musawi dalam buku Mengapa saya keluar dari Syiah yang dirilis oleh Pustaka Al-Kautsar, Jakarta. Berikut Cerita kawin kontrak itu:

Seorang perempuan datang kepada saya menanyakan tentang peristiwa yang terjadi terhadap dirinya. Dia menceritakan bahwa seorang tokoh, yaitu Sayyid Husain Shadr pernah nikah mut’ah dengannya dua puluh tahun lalu, lalu perempuan itu hamil dari kawin kontrak tersebut. Setelah puas, dia menceraikan saya.

Setelah berlalu beberapa waktu saya dikaruniai seorang anak perempuan. Dia bersumpah bahwa ia hamil dari hubungannya dengan Sayyid Sadr, karena pada saat itu tidak ada nikah mut’ah dengannya selain sayyid shadr.

Setelah anak perempuan saya dewasa, dia menjadi seorang gadis yang cantik dan siap untuk nikah. namun sang ibu mendapati bahwa anaknya itu hamil. Ketika ditanyakan tentang kehamilannya, dia mengabarkan bahwa Sayyid Shadr telah melakukan mut’ah dengannya dan dia hamil akibat nikah mut’ah tersebut.

Sang ibu tercengan dan hilang kendali dirinya lalau mengabarkan kepada anaknya bahwa sayid Shadr adalah ayahnya. Lalu sang Ibu menceritakan selengkapnya mengenai pernikahannya. Dengan sayid shadr dan bagaimana bisa hari ini sayid sadar menikah dengan anaknya?  

Film Kawin Kontrak 3 Full Movie


Kawin kontrak 3 adalah film drama Indonesia yang dirilis pada 5 september 2013. Film ini disutradarai oleh Awi Suryadi dan dibintangi oleh Gary Iskak dan Ferry Ardiansyah (wikipedia)

Kawin Kontrak Atau Nikah Mut’ah


Video Full Kawin Kontrak 3 

                                           
Video Full Kawin Kontrak 3 dapat anda temukan di youtube atau muviza dot com atau stafaband dot com.

Hukum Nikah Mut’ah Menurut Islam


Sekalipun Syiah memperbolehkan kawin kontrak namun sunni melarang nikah mutah. Dalil keharaman nikah Mut’ah adalah hadits nabi yang terdapat dalam shohih Muslim dari Sabrah Bin Ma’bad Aj-Juhaini, ia berkata:

“Kami bersama Rosululloh SAW dalam suatu perjalanan haji. Pada suatu saat kami berjalan bersama saudara sepupu kami dan bertemu dengan seorang wanita. Jiwa muda kami mengagumi wanita tersebut, sementara dia mengagumi selimut (selendang) yang dipakai oleh saudaraku itu. Kemudian wanita itu berkata: “Ada selimut seperti selimut”. Ahirnya aku menikahinya dan tidur bersamanya satu malam.

Keesokan harinya aku pergi ke masjidil Haram, dan tiba-tiba aku melihat Rosululloh SAW sedang berpidato di antara pintu ka’bah dan hijr ismail. Beliau bersabda: ‘Wahai sekalian manusia, aku pernah mengizinkan kalian untuk melakukan nikah mut’ah. Maka sekarang siapa yang memiliki istri dengan cara kawin kontrak, haruslah ia menceraikannya dan segala sesuatu yang telah kalian berikan kepdanya, janganlah kalian ambil lagi. Karena Alloh telah mengharamkan nikah mut’ah sampai hari kiamat.” (Shohih Muslim 2/1024)

Hadits lainnya yang mengharamkan nikah mut’ah adalah dari Ali Ra, ia berkata kepada Ibnu Abbas Ra bahwa Nabi Muhammad SAW melarang nikah mut’ah dan memakan daging keledai jinak pada waktu perang khaibar.” (Fathul Bari 9/71)

Berdasarkan hadits di atas, para ulama berpendapat bahwa hukum kawin kontrak adalah haram. Berikut rincian pendapat mereka:

Madzhab Hanafi
Imam Syamsuddin Al-Sarkhasi (wafat 490 H) dalam kitab Al-Mabsuth 5/152 mengatakan: “Nikah mut’ah ini batil menurut madzhab kami.”

Imam Ala Al-Din Al-Kasani dalam kitab Bada’i Al-Shona’i Fi Tartib Al-Syar’i 2/272 mengatakan : “Tidak boleh nikah yang bersifat sementara (kawin konrak) yaitu nikah mut’ah.”

Madzhab Maliki
Imam Ibnu Rusy dalam kitab Bidayatul Mujtahid Wannihayah Al-Muqtashid 4/325-334 mengatakan: “Hadits-hadits yang mengharamkan nikah mut’ah mencapai tingkat mutawatir.”

Imam Malik Bin Anas dalam kitab Mudawanah Al-Kubro 2/130 mengatakan: “Apabila seorang lelaki menikahi wanita dengan dibatasi waktu (kawin kontrak-red) maka nikahnya batil.”

Madzhab Syafi’i
Imam Syafii dalam kitab Al-Umm 7/85 mengatakan: “nikah mut’ah yang dilarang itu adalah semua nikah yang dibatasi dengan waktu, baik dalam jangka pendek atau panjang, seperti ucapan seorang lelaki kepada seorang perempuan, ‘aku nikahi kamu selama sehari, atau sepuluh hari atau satu bulan.’

Imam Nawawi dalam kitab Majmu’ 17/356 mengatakan: “nikah mut’ah tidak diperbolehkan karena pernikahan itu pada dasarnya adalah suatu akad yang bersifat mutlak, maka tidak sah apabila dibatasi waktu.”

Madzhab Hanbali
Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni 10/46 mengatakan: “Nikah mut’ah adalah nikah yang batil.” Ibnu Qudamah juga menukil pendapat Imam Ahmad Bin Hanbal yang menegaskan bahwa nikah mut’ah hukumnya adalah haram. 


Demikianlah artikel tentang Kawin Kontrak Atau Nikah Mut’ah memuat enam sub judul yaitu Pengertian Kawin Kontrak Atau Nikah Mut’ah; Tempat Kawin Kontrak Atau Nikah Mut’ah; Cerita Kawin Kontrak Atau Nikah Mut’ah; Film Kawin Kontrak Atau Nikah Mut’ah; Video Full Kawin Kontrak 3, Hukum Nikah Mut’ah Menurut Islam. 

Thursday, 17 December 2015

Kisah Nabi Muhammad Seputar Pernikahan Beliau

Kisah nabi Muhammad yang akan saya tulis kali ini hanya membicarakan pernikahan beliau. Dengan membaca cerita nabi Muhammad, sekalipun hanya seputar pernikahan, namun dengan ini kita bisa mengambil tauladan dari sejarah nabi muhammad.


Pernikahan Nabi Muhammad Dengan Khodijah


Kisah pernikahan Nabi Muhammad di awali dengan pernikahan beliau dengan Sayyidah Khodijah Binti Khuwailid Bin Asad. Khodijah adalah seorang janda kaya, cantik serta memiliki kedudukan yang tinggi di masyarakat, sehingga banyak orang qurois yang ingin menikahinya. Akan tetapi ia menolak mereka sebab hatinya telah terpikat pada Nabi Muhammad SAW.

Khodijah adalah istri nabi yang paling dekat nasabnya dengan beliau. Saat menikahi khodijah, nama Muhammad SAW berusia 25 tahun sedangkan khodijah berusia 40 tahun; selisih 15 tahun.

Ketika Nabi Muhammad mendapatkan risalah tauhid, Khodijahlah orang yang pertama kali mengimaninya. Dan sejak itu, Khodijah mengorbankan harta dan jiwanya untuk membela risalah kenabian. Bukan hanya itu, Khodijah adalah wanita yang selalu menenangkan Nabi Muhammad dikala dirundung duka dan gelisah; penenang dikala bimbang; dan membakar semangat dikala lesu dan kecewa.

Kata-kata indahnya tercatat dalam sejarah Nabi Muhammad. Tatkala Nabi Muhammad SAW berkata kepadanya: “aku menghawatirkan diriku,” Khodijah menanggapinya dengan kata-kata indah yang menyejukan dan menenangkan hati.

“tidak demikian, bergembiralah, demi Alloh sesungguhnya Alloh tidak akan pernah menghinakanmu. Demi Alloh, sungguh engkau telah menyambung tali silaturrohmi, jujur dalam berkata, membantu orang yang tidak bisa, engkau menolong orang miskin, memuliakan tamu, dan menolong orang-orang yang tak berdaya ditimpa musibah.”

Demikianlah khodijah menghibur Nabi Muhammad yang kala itu sedang hawatir akan sesuatu yang buruk menimpa dirinya. Khodijah memotifasi, memuji dan memberi kabar gembira.

Maka jangan heran jika Nabi Muhammad SAW sangat mencintainya, selalu menyebut namanya, kemuliaannya, dan jasa-jasanya, meskipun ia telah tiada. Istri nabi yang lain; Sayyidah Aisyah sampai cemburu dan mengungkapkan kecemburannya itu dengan berkata:

“aku tidak pernah cemburu pada seorangpun dari istri-istri Nabi seperti kecemburuanku pada khodijah. Aku tidak pernah melihat, akan tetapi Nabi Muhammad SAW selalu menyebut namanya. Terkadang Nabi Muhammad menyembelih kambing dan mengirimkan dagingnya kepada sahabat-sahabatnya khodijah.”

Khodijah wafat tiga tahun sebelum Nabi Muhammad hijrah ke madinah. Nabi Muhammad SAW sangat merasakan kesedihan hingga tahun kematian khodijah disebut dengan ‘amu hazn (tahun kesedihan.”

Pernikahan Nabi Muhammad Dengan Saudah


Beberapa hari setelah kematian Khodijah, Nabi Muhammad SAW menikahi Saudah Binti Zam’ah Al-Quroisyi. Nasabnya bertemu dengan Nabi pada Luay Bin Gholib. Ia terkenal sebagai wanita yang cerdas dan berpandangan luas. Dialah yang telah menghadiahkan hari gilirannya pada Aisyah.

Pernikahan Nabi Muhammad Dengan Aisyah


Ia adalah putri Abu Bakar; Kholifah (pengganti) pertama dalam islam. Pada awalnya Abu bakar ingin menikahkan Aisyah dengan Jubair Bin Mut’im. Namun ternyata ayah jubair tidak setuju. Alasannya karena Abu Bakar telah masuk islam.

Menurut Imam Tobari, Hisyam Bin Urwah dan yang lainnya, Aisya dinikahi oleh Nabi Muhammad SAW pada usia tujuh tahun. Dan pada usia sembilan tahun, ia baru memasuki keluarga Nabi Muhammad SAW.

Pernikahan Nabi Muhammad dengan Aisyah merupakan petunjuk dari Alloh. Al-kisah, malaikat telah menunjukan wajah Aisyah kepada Nabi Muhammad SAW sebelum menikahinya. Dalam mimpi, beliau melihat wajah Aisyah tertutup selembar kain dari sutra lalu malaikat berkata: “Inilah istrimu. Bukalah kain penutup wajahnya.”

Nabi Muhammad menikahi Aisyah pada bulan syawal tahun pertama hijriyah. Beliau tidak menikahi perempuan perawan selain Aisyah. Tidak ada wayuh yang turun ketika nabi berselimut bersama salah satu istrinya kecuali dengan Aisyah. Karenanya, Nabi sangat mencintai Aisyah. Alloh pun mencintainya dan membela Aisyah dari tuduhan zina dengan menurunkan surat baro’ah.  Aisyah adalah wanita cerdas yang memiliki banyak ilmu agama sehingga para tokoh sahabat banyak yang menjadikan pendapatnya sebagai rujukan.

Pernikahan Nabi Muhammad Dengan Hafsoh


Hafsoh adalah putri kholifah kedua; Umar Bin Khottob. Kelahiran Hafsoh bertepatan dengan tahun penempatan batu hajar aswad; beberapa hari setelah kelahiran putri Nabi Muhammad SAW dengan Sayyidah Khodijah yaitu Fatimah Az-zahro.

Ketika dinikahi oleh Nabi Muhammad, status Hafsoh adalah janda dari salah satu sahabat Nabi yaitu Khunais yang merupakan salah satu syuhada perang badar. Saat ditinggal suaminya, Hafsoh baru berusia 18 tahun. Karenanya Umar sangat sedih dengan kondisi anaknya yang telah menjadi janda diusia muda sehingga dalam hatinya terbesit untuk menikahkan Hafsoh dengan seorang muslim yang saleh. 

Untuk itu dia pergi ke rumah Abu Bakar dan meminta kesediaannya untuk menikahi putrinya. Akan tetapi, Abu Bakar diam, tidak menjawab sedikitpun. Kemudian ia menemui Utsman binAffan dan meminta kesediaannya untuk menikahi putrinya. Utsman pun menolak permintaan Umar.

Selanjutnya Umar pergi menemui Nabi Muhammad SAW dengan maksud mengadukan sikap kedua sahabatnya itu. Mendengar pengaduan Umar, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Hafsoh akan menikah dengan seseorang yang lebih baik daripada Utsman dan Utsman pun akan menikah dengan seseorang yang lebih baik daripada Hafsoh.”

Semula Umar tidak memahami sabda Nabi Muhammad SAW tersebut. Namun karena kecerdasaan akalnya, dia kemudian memhami bahwa Nabi Muhammad SAW akan menikahi putrinya.

Umar merasa sangat terhormat mendengar sabda Nabi dan kegembiraan tampak diwajahnya. Ia pun langsung menemui Abu Bakar untuk mengutarakan maksud Nabi Muhammad SAW. Mendengar cerita Umar, Abu Bakar berkata: “aku tidak bermaksud menolakmu. Tetapi karena aku tahu Nabi Muhammad SAW telah menyebut-nyebut nama Hafsoh. Aku tidak berani membuka rahasianya kepadamu. Seandainya Nabi Muhammad tidak berminat menikahi putrimu tentu aku yang akan menikahinya.”

Pernikahan Nabi Muhammad Dengan Zainab


Nama lengkapnya adalah Zainab binti Khuzaimah bin haris, bin abdillah bin amru bin abdi manaf bin hilal bin amir bin sho’sho’ah al hilaliyah. Ibunya bernama hindun binti auf bin haris bin hamathoh.

Dia termasuk kelompok orang yang pertama-tama masuk islam dari kalangan wanita. Ketika dinikahi oleh Nabi Muhammad SAW setatusnya adalah janda. Para ahli sejarah berbeda pendapat tentang nama-nama suami pertama dan kedua sebelum dia menikah dengan nabi Muhammad SAW.

Sebagian ahli sejarah mengatakan bahwa nama suami pertama zainab adalah tufail bin haris. Setelah bercerai, dia menikah dengan Ubaidah bin haris. Namun Ubaidah meninggal saat perang uhud.

Setelah Ubaidah wafat, tidak ada catatan sejarah yang menceritakan kisah hidupnya hingga Nabi Muhammad SAW menikahinya. Nabi Muhammad SAW menikahinya karena ingin melindungi dan meringankan beban hidupnya.

Pernikahan Nabi Muhammad Dengan Ummu Salamah


Ummu Salamah dan suaminya; Abdulloh bin Abdul Asad termasuk golongan orang yang pertama-tama masuk islam. Suaminya meninggal saat perang uhud. Sebelum menikah dengan Nabi Muhammad SAW, ia memiliki empat anak dari Abdulloh yaitu: salamah, Umar, Zainab, Durro.
Setelah masa iddahnya berahir, Abu Bakar dan Umar mencoba melamarnya. Namun ditolak oleh Ummu Salamah. Setelah itu Nabi Muhammad SAW mencoba melamarnya dan Ummu salamah pun menerima lamaran beliau. Saat menikah dengan nabi Muhammad, usia umu salamah adalah 29 tahun dan ia meninggal di usia 83 tahun.

Pernikahan Nabi Muhammad Dengan Zainab Bin Jahsy


Dia berasal dari bani asad. Dia merupakan anak Umayyah, bibi Nabi muhammad SAW. Ia masuk islam sejak lama. Kemudian ikut hijrah bersama Nabi Muhammad ke madinah. Setelah itu ia menikah dengan Zaid Bin Harisah. Namun kemudian zaid menceraikannya dan turunlah surat al-ahzab mengenai pernikahan nabi Muhammad saw dengan Zainab. Maka menikahlah Nabi Muhammad SAW dengannya.
Zainab Bin Jahsy adalah istri Nabi Muhammad yang paling pertama wafat setelah kewafatan Nabi. Tepatnya pada masa kekhilafahan Umar ditahun 20 H. Ia wafat pada usia 53 tahun dan dimakamkan di Baqi’.

Pernikahan Nabi Muhammad Dengan Juwairiyah Binti Al-Harits


Awalnya dia adalah tawanan perang bani mustoliq (salah satu kabilah Yahudi di Madinah). Kemudian ia mendatangi Nabi Muhammad SAW untuk membantu menebus dirinya. Nabipun memenuhi permintaannya dan selanjutnya ia dinikahi oleh Nabi Muhammad SAW.


Pernikahan Nabi Muhammad Dengan Ummu Habibah


Namanya adalah Romlah Binti Abu Sufyan. Nabi Muhammad SAW menikahinya pada saat ia berada di negeri Habasyah karena ikut rombongan yang berhijrah ke sana.
Raja Najasyi memberikan mahar atas Nabi Muhammad SAW kepada Ummu Habibah sebanyak 400 dinar. Lalu ia dibawa dari habasyah kepada Nabi Muhammad SAW di Madinah. Ummu Habibah meninggal pada masa pemerintahan saudaranya, Muawiyah. 

Pernikahan Nabi Muhammad Dengan Shofiyah Binti Huyai


Dia adalah anak pemimpin Yahudi bani nadir dari keturunan Harun bin Imron; saudara Nabi Musa. Sebelum dinikahi oleh Nabi Muhammad, Sofiyah adalah tawanan perang. Kemudian Nabi Muhammad memerdekakannya dan menjadikan pembesannya sebagai mahar.

Pernikahan Nabi Muhammad Dengan Maimunah Binti Al-Harits


Ia adalah wanita terahir yang dinikahi oleh Nabi Muhammad SAW. Ia dinikahi oleh Nabi Muhammad SAW saat umroh qodo setelah tahalul. Maimunah wafat pada saat pemerintahan Muawiyah.