Saturday, 9 January 2016

Kisah Nyata Mengharukan ‘Aku Telat Nikah’

Kisah Nyata Mengharukan ‘Aku Telat Nikah’

Kisah Nyata Mengharukan ‘Aku Telat Nikah’ saya baca di fans facebook ‘Cirebon Tanpa Pacaran’. Karena kisah telat nikah ini sangat mengharukan, saya tertarik untuk menyalinnya kembali dan sedikit memperbaiki kalimat yang kurang pas namun tidak merubah tujuan dari kalimat tersebut. Dan berikut kisah nyata yang mengharukan itu:

Aku sudah lulus dari kuliah dan telah mendapatkan pekerjaan yang bagus. Lamaran untuk menikahiku pun banyak berdatangan. Tetapi aku tidak mendapatkan seorang pun yang bisa membuatku tertarik. Kesibukan kerja dan karir memalingkan ku dari segala hal termasuk nikah. Hingga tak terasa usiaku telah mencapai 34 tahun. Saat itulah aku baru menyadari bagaimana susahnya ‘Telat Nikah’.

Pada suatu hari, datang seorang pemuda meminangku. Usianya dua tahun lebih tua dari aku. Dia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Tapi aku ihlas menerimanya.

Aku dan dia mulai menghitung rencana pernikahan. Dia meminta poto copy KTP ku untuk pengurusan surat nikah. Aku segera menyerahkannya. Dua hari kemudian, Ibunya menghubungiku melalui telepon. Beliau memintaku untuk bertemu secepat mungkin.

Saat aku menemui beliau, tiba-tiba beliau mengeluarkan poto copy KTP ku. Dia bertanya, apakah taggal lahirku yang ada di KTP itu benar?

Aku menjawab benar. Lalu ia berkata, “jadi umurmu sudah mendekati usia 40 tahun?” Aku menjawab, “Usia ku sekarang tepatnya 43 tahun.”

“sama saja” sahut ibunya. “Usiamu sudah lewat 30 tahun. Itu artinya kesempatanmu untuk memiliki anak sudah semakin tipis. Sementara aku ingin sekali meimang cucu,” Lanjutnya.  Dia tidak mau diam sampai ia mengahiri proses pinangan antara aku dan anaknya.

Kisah Nyata Mengharukan ‘Aku Telat Nikah’

Masa-masa sulit itu berlalu sampa enam bulan. Ahirnya aku memutuskan untuk pergi melaksanakan ibadah umroh bersama ayahku. Tujuannya agar aku bisa menyiram kesedihan dan kekecewaanku.

Akupun pergi ke Makkah. Aku duduk menangis, berlutut di depan ka’bah. Aku memohon kepada Alloh supaya diberi jalan terbaik.

Saat itu aku melihat seorang perempuan membaca AL-Quran dengan suara yang sangat merdu. Aku mendengar, ia mengulang-ulang ayat An-Nisa : 113

وَكَانَ فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ عَظِيمًا

Artinya: :Dan karunia Alloh yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar.”

Aku menangis mendengar lantunan ayat itu. Tiba-tiba perempuan itu merangkulku ke pangkuannya dan mulai mengulang-ulang firman Alloh dalam surat Ah-dhuha : 5
وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَى
Artinya: “Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepdamu sehingga kamu menjadi puas.”

Demi Alloh, seolah-olah aku baru kali ini mendengar ayat itu seumur hidupku. Pengaruhnya luar biasa. Jiwaku menjadi tenang.

Kisah Nyata Mengharukan ‘Aku Telat Nikah’

Setelah seluruh ritual umroh selesai, aku kemabali ke Cairo. Di pesawat aku duduk disebelah kiri ayahku, sementara di sebelah kanan beliay duduk seorang pemuda. Setelah pesawat mendarat, akupun turun. Di ruang tunggu aku bertemu suami dalah satu temanku.
Aku bertanya kepadanya, dalam rangka apa ia datang ke bandara? Dia menjawab bahwa ia sedang menunggu kedatangan temannya yang kembali dengan pesawat yang sama dengan yang aku tumpangi.

Beberapa saat kemudian, teman yang ia tunggupun datang. Dan ternyata dia adalah pemuda yang duduk di kursi sebelah kanan ayah ku tadi di pesawat. Selanjutnya aku dan ayahku berlalu.

Kisah Nyata Mengharukan ‘Aku Telat Nikah’

Baru saja aku sampai di rumah dan ganti pakaian, saat lagi asik-asik istirahat, temanku yang suaminya tadi bertemu dengan ku di bandara menelpon. Ia mengatakan bahwa teman suaminya yang satu pesawat dengan ku sangat tertarik kepadaku. Dia ingin bertemu dengan ku di rumah temanku tersebut malam itu juga. Alasannya kebaikan itu perlu disegerakan. Jantungku berdenyut sangat kecang akibat kejutan yang tidak pernah aku bayangkan ini.

Lalu aku meminta pertimbangan ayahku. Dan beliau pun menyemangatiku untuk mendatanginya. Boleh jadi seperti itu Alloh memberi jalan keluar padaku. Ahirnya akupun datang berkunjung ke rumah temanku.

Kisah Nyata Mengharukan ‘Aku Telat Nikah’

Hanya beberapa hari setelah itu pemuda yang tertarik padaku sudah datang melamarku. Dan hanya dalam waktu satu setengah bulan terhitung dari pertemuan pertama, aku resmi menjadi istrinya.

Kehidupan keluargaku dimulai dengan keoptimisan dan kebahagiaan. Aku mendapatkan seorang suami yang betul-betul sesuai dengan harapan ku. Dia seorang yang bail, penih cinta, lembut, dermawan, punya ahlak, ditambah lagi keluarganya sangat baik dan terhormat.

Namun sudah beberapa bulan berlalu, belum ada tanda-tanda kehamilan pada diriku. Perasaan ku mulai diliputi kecemasan. Apalagi usiaku waktu itu sudah terbilang tua.

Aku minta kepada suamiku agar membawaku memeriksa kepada dokter ahli kandungan. Aku hawatir, kalau-kalau aku tidak bisa hamil.

Kami pergi untuk periksa ke seotang dokter yang sudah sangay terkenal dan berpengalaman. Dia memintaku untuk cek darah. Ketika kami menerima hasil cek darah, ia berkata bahwa tidak ada perlunya aku melanjutkan pemeriksaan berikutnya, karena hasilnya sudah jelas. “Selamat anda hamil” Ucap dokter.

Hari-hari kehamilanku berlalu dan sepanjang kehamilanku, aku tidak punya  keinginan mengetahuo jenis kelamin anak yang aku kandung. Karena apapun yang dikaruniakan Alloh kepadaku semua itu adalah nikmat yang harus aku sukuri.

Setiap kali aku mengadukan bahwa rasanya kandunganku ini terlalu besar, dokter itu menjawab itu karena aku hamil di usia sudah mencapai 36 tahun.

Selanjutnya datanglah hari-hari yang ditunggu. Hari kelahiran. Proses persalinan secara caesar berjalan dengan lancarh aku sadar, dokter masuk ke kamarku dengan senyuman mengambang di wajahnya sambil bertanya tentang jenis kelamin anak yang aku harapkan. Aku menjawab bahwa aku hanya mendambakan karunia Alloh. Tidak penting bagiku jenis kelamin. Laki-laki atau perempuan akan aku sambut dengan beribu sukur.

“Jadi bagaimana pendapatmu jika kamu memperoleh Hasan, Husain dan Fatimah sekaligus?” Tanya dolter itu. aku kaget. Aku tidak paham dengan pertanyaan itu. Dengan penuh penasaran aku bertanya maksud ucapan dokter itu.

Dokter itu menjawab bahwa Alloh telah mengaruniaiku tiga orang anak sekaligus. Dua orang laki-laki dan satu orang perempuan.

Aku menangis mendengar penjelasan dokter. Tak terasa bibirku mengucapkan ayat Alloh dalam surat Ad-duha: 5
وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَى
Artinya: “Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepdamu sehingga kamu menjadi puas.”